HOME Indonesian Tourisme About Me

Rabu, 22 Juli 2009

Presiden Soeharto, The Master of Heroes


Pagi ini saya tergelitik untuk menulis tentang Presiden Soeharto, ya presiden, karena katanya tidak ada mantan presiden. Presiden kedua RI ini lahir di desa Kemusuk tanggal 08 Juni 1921, saya belum lahir (yaiyadong, kalau sudah lahir mah gak kenal nge-blog). Kenapa saya tergelitik? Karena saya sering mendengar nama beliau disebut-sebut saat ini oleh teman, tetangga (saya gak berani bilang masyarakat krn sangat luas pengertiannya) yang sering komplain dengan keadaan sekarang.

Mereka baru nyadar? mungkin. Kalau saya pribadi sih sudah nyadar dari dulu bahwa tidak mudah memimpin negara juga tidak pantas menghakimi beliau setelah sekian puluh tahun membangun negeri ini dengan segala kekurangannya sebagai manusia (artinya salahnya masih manusiawi). Saya memang dari tahun 1998 sudah tidak setuju dengan eforia bangsa ini yang seolah-olah lepas dari cengkeraman penjajah dan menghujat-hujat beliau sebagai seorang kriminal. Banyak saya lihat para demonstran menangis gembira setelah beliau menyatakan mengundurkan diri.


Saya heran kenapa mereka menangis gembira, berteriak-teriak puas dll, kenapa?alias why oh why? bukankan mereka selama ini mereka bebas pacaran?bebas makan?bebas sekolah/kuliah dengan berbagai subsidi?Bebas pergi ke mall?Bukankan mereka sudah dibikinkan jalan-jalan, pasar dll? So what geto! Atau karena negara banyak hutang? Ah peduli apa? saya tidak pernah mikirin hutang negara, wong hutang ku ke mbak warteg saja belum dibayar, kok mikiran hutang negara. Lebay deh! Atau hutang negara merusak masa depan bangsa?Sotoy ah(Sok tau)! Hutang juga dijadwalin kok, lagipula tanpa modal (yang notabene hutang) mau dari mana membangun bangsa buat masa depan? Negara lain juga banyak hutang kok. Sotoy ini yang sering dipelihara anak bangsa, contohnya SOTOY terjadi pada debat capres kemarin, masing-masing capres sotoy katanya cara dia yang paling bener. Juga politikus pada masa-masa awal reformasi pada sotoy semua, "NEGARA INI HARUS DIPIMPIN DENGAN CARA INI ITU, TURUNKAN SOEHARTO ..BLA..BLA..BLA.."Make me sick! kagak ada bukti! Apa mau ngeles "gw gak dikasih kesempatan jadi presiden sih" Enak men too..bikin anak kok coba-coba, jabatan presiden kok diminta-minta, "beli" dong.

Kembali ke Pak Harto, beliau memang cocok menjabat sebagai presiden RI. Ingat ..Indonesia is not America, Singapore, Japan or apa lah. Karateristik bangsa kita beda, dengan pluralisme yang begitu merasuk ke berbagai aspek masyarakat. Masyarakat kita masih perlu bimbingan, SDM kita masih perlu dibangun, pemikirannya masih sedikit "preman" jadi ada provokasi main berantem, jarah, bunuh dll.

Ada yang bilang Pak Harto sih bener, cuma anak-anaknya itu loh yang gak bener. Sekali lagi saya heran, gak bener dimana? Apa karena jadi pengusaha kaya? Emang ada pengusaha miskin? atau korupsi untuk bikin perusahaan? Emang ada orang yang mau maling untuk mendirikan usaha seandainya bisa pinjam duit dari bank untuk usaha? Ada sih, tapi kalau gak ada bukti jangan nuduh dong, dosa tau Su'udzon. Sepertinya kalau orang lain yang pinjam di bank (uang rakyat) untuk bikin perusahaan gak jadi masalah, tapi anaknya Pak Harto selalu gak boleh pinjam di bank! Weleh jadi geli.

Dulu banyak berita "memburu harta Soeharto" weleh.. harta orang kok diburu . Apanya juga yang diburu coba? Sepertinya kata-kata memburu adalah untuk "harta yang tidak halal", duh sedih gak sih kalau kita dituduh maling? Lain lagi kalau berita memburu harta Soekarno, seolah-olah itu adalah harta karun, warisan dll. Imej beliau tetap terjaga, malah sepertinya memberi warisan untuk bangsa.Sekali lagi "weleh" Kok pilih kasih ya!

Mungkin selain jasa beliau dalam memperjuangkan RI ini (termask menumpas PKI, merebut Irian Barat, Integrasi Timor Timur) banyak jasa yang tidak terungkit, ada BANPRES, INPRES (pasar, sekolah dll), Kelompencapir, Imunisasi gratis (plus dikasih susu/kacang hijau), transmigrasi, KCK (kredit candak kulak) dll. Khusus transmigrasi saya akan kasih tahu apa itu transmigrasi.

Transmigrasi adalah...ah itu pelajaran anak SD, Aryo cm mau jelasin apa sih yang didapat seorang transmigran?
• Rumah dengan pekarangan 1/4 Hektar
• Ladang Pertama 1 hektar
• Ladang Kedua 2 hektar
• Gratis makan 1 tahun
• Pinjaman sapi dengan mengembalikan 2 ekor anak sapi.
• Belum lagi bantuan bibit tanaman.
• Ladang 2 hektar pun ditanami kelapa sawit oleh pemerintah dengan masa sewa tertentu.
• Gedung2 sekolah, pasar, puskesmas dll yang dibangun dilokasi transmigrasi.
Nah sekarang tugas anda menghitung berapa total biaya yang dibutuhkan untuk para transmigran di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua. Dari pembabatan hutan, rumah, jalan-jalan, gedung dll?Ini baru total buat proyek transmigrasi saja lho? Ada gak negara lain bikin program transmigrasi? Sudah dapat berapa jumlah total? Atau pusing ngitungnya?Tapi kalau menghujat-hujat kok gak pusing? lha wong gak tahu jumlahnya kok bilang Pak Harto nyengsarain rakyat.

Fakta yang lain adalah dalam kancah olahraga, dulu..selalu nomor 1 di Sea Games (paling kerebut sama Thailand cm berapa kali, itupun Thailand jadi tuan rumah), 10 besar di Asian Games (kayaknya sih), Merajai bulutangkis dunia, Tenis dll, sekarang? Yah di Sea Games saja paling cm no urut 3. Indeks SDM dan Universitas pun anjlok. Bikin Kapal terbang mandeg, mobil nasional gak punya. Oalah..mau dimajuin kok gak mau.


Soal krisis moneter 1997 itu Thailand sama Korea juga parah, kita kok malah diperparah dengan tawuran dll. Kita gak mau kena krisis? weh..sombong amat, kita cm duduk-duduk malas-malasan, eh Pak Harto suruh nahan krisis, kalau gak bisa nahan krisis, dipukulin, weleh kasihan. Perasaan Indonesia bukan Surga deh. Banyak lahan nganggur dan bahan baku alam kok gak dimanfaatin, kreatif dong kayak orang-orang Thailand, ada Duren Bangkok, Jambu bangkok, Ayam Bangkok, Ce bangkok hehehe

So kesimpulannya? Saya hanya menghargai beliau, silahkan saja diganti Pak harto, tapi jangan dihujat-hujat dan tempatkan beliau sebagai sejarah dalam bangsa. Bila perlu "Master of Pahlawan" lebai ya? Iya lah, cukup jadi pahlawan saja. (soalnya kalau diingat-ingat beliau kan dari penjajahan belanda sampai pembangunan selalu menjadi andalan, sedangkan pahlawan yang lain kan sifatnya lokal, kalau tidak ya masa perjuangannya yang gak gitu panjang).

Whatever lah, yang pasti sepertinya untuk makan di luar pada jaman pak harto saya tidak se tegang sekarang saat mau bayar apa yang dimakan. Mahal-mahal banget makanan sekarang. Belum bom meledak, demo, kriminal, perkelahian antar masyarakat/etnis/agama..ah..Indonesiaku.

Wah kalau nulis jasa beliau gak cukup waktu, baca saja biografi Pak Harto. Sorry kalau ada yang tidak sependapat, katanya demokrasi, bebas dong berpendapat.

Aryo
Catatan : Pe - mosting adalah murni rakyat, tidak ada hubungan sodara dengan Pak harto, bukan juga pegawai negeri dll, percayalah!(serius amat)

Related Posts by Categories



Seja o primeiro a comentar

FEEDJIT Live Traffic Feed

Cari Blog Ini

Link Exchange

ini link saya, tinggal copas
<a href="http://aryosp.blogspot.com//" target="_blank"><span style="font-weight:bold;"><u>Aryo Humanika</u><br/ >
Ini Banner Link
<br/><br/><a href="http://aryosp.blogspot.com/" target="_blank"><br/><img border="0" alt="Kolom blog tutorial " src="http://i736.photobucket.com/albums/xx5/aryosp/cooltext431377475.png"/></a><br/><br/>

Aryo Humanika © 2008. Template by Dicas Blogger.

TOPO